Fiksimini? Temen-temen yang punya account twitter mungkin merasa nggak asing dengan istilah itu, secara di twitter lagi demam fiksimini banget deh (atau gue doang?). Tapi mungkin ada juga temen-temen yang belum pernah denger soal fiksimini. Apa sih sebenernya fiksimini?
Sesuai namanya yang terdiri dari kata fiksi dan mini, fiksimini itu cerita fiksi dalam karakter yang minim. Kalo di twitter, otomatis kurang dari 140 karakter. Biarpun minim karakter, fiksimini adalah sebuah kisah pendek yang menyimpan ledakan, isinya nggak seminim karakternya. Biarpun hanya dituturkan dalam beberapa kalimat pendek, fiksimini bisa menimbulkan banyak kalimat lainnya di benak pembaca. Fiksimini adalah kisah yang mampu menggelitik pembaca, menimbulkan banyak persepsi dan fantasi.
Kalo menurut
Bintang (
@bbintangb):
"Fiksimini—menurut gue—adalah gudang di mana granat-granat sastra disimpan. Kecil, tapi ledakannya membungkam, mematikan, sekaligus menggelitik."
Mengutip Agus Noor (moderator @fiksimini) dari
sini, berikut adalah 14+1 diktum fiksimini:
14+1 Diktum Fiksimini
Oleh Agus Noor
Diktum Fiksimini 1:
Menceritakan seluas mungkin dunia, dengan seminim mungkin kata
Diktum Fiksimini 2:
Ibarat dalam tinju, fiksimini serupa satu pukulan yang telak dan menohok
Diktum Fiksimini 3:
Kisahnya ibarat lubang kunci, yang justru membuat kita bisa “mengintip” dunia secara berbeda
Diktum Fiksimini 4:
Bila novel membangun dunia. Cerpen menata kepingan dunia. Fiksimini mengganggunya
Diktum Fiksimini 5 :
Fiksimini yang kuat ibarat granat yang meledak dalam kepala kita
Diktum Fiksimini 6:
Ia bisa berupa kisah sederhana, diceritakan dengan sederhana, tetapi selalu terasa ada yang tidak sederhana di dalamnya
Diktum Fiksimini 7:
Alurnya seperti bayangan berkelebat, tetapi membuat kita terus teringat
Diktum Fiksimini 8:
Serupa permata mungil yang membiaskan banyak cahaya, kita terus terpesona setiapkali membacanya.
Diktum Fiksimini 9:
Seperti sebuah ciuman, fiksimini jangan terlalu sering diulang-ulang
Diktum Fiksimini 10:
Bila puisi mengolah bahasa, fiksimini menyuling cerita, menyuling dunia.
Diktum Fiksimini 11:
Ia tak semata membuat tawa. Karna ia adalah gema tawanya.
Diktum Fiksimini 12:
Kau kira fiksimini ialah kolam kecil, tapi kau tak pernah mampu menduga kedalamanya.
Diktum Fiksimini 13:
Di ujung kisahnya: kita seperti mendapati teka-teki abadi yang tak bertepi.
Diktum Fiksimini 14:
Pelan-pelan kau menyadari, ia sebutir debu yang mampu meledakkan semesta.
Diktum Fiksimini terakhir:
Lupakan semua diktum itu. Mulailah menulis fiksimini!
***
Tulisan Agus Noor tentang fiksimini juga bisa dibaca di
sini.
Di twitter, demam fiksimini dimulai sejak
@agus_noor memperkenalkannya di twitter, kemudian membuat account
@fiksimini yang dimoderatori olehnya bersama
@clara_ng dan
@ekakurniawan. Siapa saja boleh mengirimkan fiksimini karyanya ke @fiksimini atau menggunakan hashtag #fiksimini supaya bisa dibaca banyak orang. Moderator @fiksimini akan memilih fiksimini yang dianggap bagus, kemudian me-retweetnya. Beberapa fiksimini yang di-retweet akan sedikit diedit apabila dianggap menggunakan kata yang kurang efektif.
Pertama kali membaca fiksimini (gue lupa karangan siapa dan nggak inget tepat gimana kalimatnya, jadi nggak berani ngutip), gue langsung terkagum-kagum. "Wow, apa ini!" Bener-bener cerita yang ringkas, tapi menyimpan kedashyatan yang luar biasa. Saat itu juga, tanpa tedeng aling, gue langsung follow @fiksimini. Tadinya gue minder banget mau ikutan nulis fiksimini, tapi akhirnya gue iseng-iseng nyoba. Semenjak berhasil di-retweet, gue semakin keranjingan sama fiksimini. It's super fun! Buat yang suka nulis, wajib nyoba banget deh.
Sampai saat ini, nggak tau deh udah berapa banyak fiksimini yang gue buat. Sayang, nggak semuanya gue dokumentasiin. Tapi gue mendokumentasikan beberapa fiksimini gue yang berhasil di-retweet sama @fiksimini. Silakan dibaca :)
***
Terdampar di pulau tak berpenghuni, makanannya habis. Dibuatnya api unggun, ia penggal tangannya, dipanggangnya.
(Fiksimini pertama yang di-retweet! I got so excited at that time!)
***
Malam ini bulan purnama. Gigi taring Robert mencuat keluar. Bukan, dia bukan werewolf, dia memang tonggos.
(One of my favorites! Jadi favoritenya Sogi Indra Dhuaja loh! :) Bisa dilihat di
sini.)
***
Jadi badut bukan cita-cita Anto. Hanya saja ia menikmati setiap polesan bedak dan make up di wajahnya. Tanpa harus menjadi Anti.
***
E = mc2. Emosi = (kalo di) miss call-miss call (in terus).
(Jujur, gue nggak ngerti kenapa yang ini di-retweet. Soalnya buat gue yang ini sedikit nyampah. Waktu itu gue lagi bener-bener nggak punya ide dan iseng bikin ginian.)
***
Suatu hari pisang jatuh tergelincir kulitnya sendiri.
(Oh my God, yang ini di-retweet sama
@haspahani!)
***
Serakah: Takut kehabisan, ia hirup udara dalam-dalam, ia habiskan sendirian. Ia tampung di paru2nya hingga pecah.
***
Masa depan: Sy nikahkan @cowok dan @cewek.... | Saya trima nikahnya. RT @penghulu | Sah? RT @cowok | Sah! RT @penghulu
***
Ingin tobat, tuyul beli wig.
***
Ranjang tak lagi tidur sendiri, baru saja ia membeli manusia king size untuk menemaninya.
(Jujur, gue merasa yang ini nggak orisinil. Sebelumnya sudah ada fiksimini yang memanusiakan benda dan membendakan manusia kayak gini. Yang kayak gitu banyak, tapi lebih bervariasi ceritanya.)
***
Bawang Putih dan Bawang Merah bertengkar tentang siapa yg dulu jadi primadona di pasar.
(Orang atau....)
***
"Terong terong, dijual terong!" | "Sekilo berapa?" | "Kita jualnya per jam, Tante."
(HAHA!)
***
Hari ini pak supir mengucap "Bismillah" sebelum berangkat. Hari ini ia tukar peran dengan kenek.
(Kali ini gue diedit. Dikurangi 1 kata aja sih. Aslinya ada kata "rupanya" di awal kalimat kedua.)
***
Kemarin matanya berair seharian. Hari ini matanya berapi-api. Menyimpan dendam kesumat.
***
Soto bikinan Ibu asin. Kata orang tandanya mau kawin. Padahal Bapak baru mati kemarin. Matinya misterius.
(This one is my favorite! Gue yakin banyak kalimat muncul di kepala yang baca. Ya kan ya kan! Hehehe.)
***
Pada yang mengetahui, dia pura-pura lelah dengan kepura-puraannya.
***
Hari ini aku mau pura-pura marah sama suami ah. Biasanya kalau begitu dia kasih aku 5 juta. Tunai.
***
"Aku minta maaf soal kemarin." | "Maafmu telat. Baru saja aku putuskan tidak akan memaafkanmu. Maaf ya."
***
Tadi itu 17 fiksimini gue yang berhasil di-retweet. Gue masih akan berusaha untuk bisa di-retweet selama gue masih keranjingan fiksimini. Dan sepertinya gue akan lama keranjingan, soalnya fiksimini mengingatkan gue kalo gue sukaaaaaaaaa banget menulis. Karena berbagai kesibukan, udah lama banget gue nggak nulis. Blog ini juga terlantar kan. Dan fiksimini memungkinkan gue untuk tetap menulis di sela-sela waktu yang gue punya.
Oh iya, fiksimini pernah masuk Kompas loh saking kerennya! Hehehe. Bisa dibaca di
sini.
Seru kaaaaaan? Makanya temen-temen, ayo ikutan fiksimini! :)